MEDAN, (Bidik Nasional.Online) — Pelaksanaan ibadah haji tahun 2026 dinilai berjalan lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Sejumlah kendala yang sempat terjadi pada musim haji tahun lalu, seperti jemaah yang harus berjalan kaki dari Muzdalifah ke Mina, keterlambatan layanan konsumsi, hingga terpisah dari kelompok terbang (kloter), tidak lagi ditemukan pada pelaksanaan haji tahun ini.
Hal tersebut disampaikan oleh salah seorang Tim Pemandu Haji Indonesia (TPHI) sebagai Pimpinan Kloter 15 Debarkasi Medan Misman Junaidi Sunardi S.Ag.M.Si saat memberikan Keterangan Pers kepada awak media di depan Aula Madinatul Hujjaj Asrama haji Medan di jalan Jalan Jenderal Besar A.H. Nasution, Pangkalan Masyhur, Kecamatan Medan Johor, Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara
terkait Rangkaian penyelenggaraan ibadah haji di Tanah Suci yang sudah terlaksana.
"Alhamdulillah, Pemulangan ibadah haji di kloter 15 tahun ini yang berjumlah 359 lebih baik dari tahun lalu. Beberapa kendala yang pernah terjadi pada musim haji sebelumnya tidak kami alami lagi.
Tahun lalu ada jemaah yang berjalan kaki dari Muzdalifah ke Mina, ada juga yang mengalami kendala konsumsi dan terpisah dari kloternya. Tahun ini kondisi tersebut tidak terjadi," ujarnya.
Ia menjelaskan, seluruh jemaah dalam Kloter 15 dengan jumlah jemaah 359 Orang menempati satu hotel yang sama sehingga koordinasi dan pelayanan dapat berjalan lebih efektif. Selain itu, proses pergerakan jemaah pada puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) berlangsung tertib sesuai jadwal.
"Perjalanan dari Muzdalifah ke Mina berjalan lancar dengan menggunakan bus. Seluruh jemaah dapat terangkut dengan baik, tidak ada yang tertinggal, terlantar, ataupun harus berjalan kaki.
Semua berlangsung tertib dan sesuai pengaturan yang telah ditetapkan," katanya.
Menurutnya, rangkaian ibadah di Armuzna juga dapat dilaksanakan dengan baik tanpa kendala berarti. Seluruh jemaah Kloter 15 mampu mengikuti tahapan ibadah secara lancar hingga selesai.
"Alhamdulillah, selama pelaksanaan Armuzna tidak ada masalah besar yang kami hadapi. Semua berjalan lancar dan jemaah dapat menjalankan ibadah dengan nyaman," tambahnya.
Selain itu, pelaksanaan shalat Arbain di Masjid Nabawi, Madinah, juga dapat ditunaikan dengan baik oleh para jemaah. Kloter 15 bahkan memperoleh kesempatan mengikuti sebanyak 52 waktu salat berjamaah selama berada di Madinah.
"Untuk Arbain, Alhamdulillah jemaah kami mendapatkan 52 waktu salat berjamaah sehingga target Arbain dapat terpenuhi dengan baik," ungkapnya.
Menutup keterangannya, ia berharap seluruh jemaah haji yang telah kembali ke Tanah Air dapat mempertahankan nilai-nilai ibadah yang diperoleh selama di Tanah Suci serta menjadi pribadi yang lebih baik di tengah masyarakat.
"Kami berharap seluruh jemaah haji Kloter 15 menjadi haji yang mabrur dan hajjah yang mabruroh. Semoga sepulang dari Tanah Suci mereka dapat memberikan manfaat bagi keluarga, lingkungan, serta masyarakat luas melalui keteladanan dan kepedulian sosial," pungkasnya. (Syafii Harahap)










