Desakan Hentikan Program MBG, Dinilai Jadi Lahan Proyek Yayasan dan Elite Politik
Medan, 23 Desember 2025 — Ketua Umum DPP Generasi Negarawan Indonesia (GNI), Rules Gaja, S.Kom, mendesak pemerintah untuk menghentikan Program MBG yang dinilai telah menyimpang dari tujuan awal dan berpotensi menjadi lahan proyek bagi yayasan baru, partai politik, serta pejabat daerah dan pejabat partai penguasa.
Dalam pernyataannya di Kantor GNI Medan, Rules Gaja menegaskan bahwa bantuan tersebut seharusnya langsung disalurkan ke rekening orang tua siswa, bukan melalui pihak ketiga.
“Sudahi program MBG yang justru menjadi proyek yayasan-yayasan baru dan kepentingan politik. Bantuan lebih baik langsung ditransfer ke rekening orang tua siswa agar tidak merepotkan dan tidak membuka ruang penyalahgunaan,” tegas Rules Gaja.
Ia juga menyoroti praktik di lapangan, di mana siswa yang sedang libur tetap diminta datang ke sekolah untuk mengambil MBG dengan nilai bantuan sekitar Rp8.000–Rp10.000, sementara biaya transportasi pulang-pergi menggunakan ojek online bisa mencapai Rp15.000.
“Ini ironis. Jangan sampai program yang katanya membantu justru menambah beban pengeluaran orang tua murid. Bisa-bisa orang tua malah harus nombok,” ujarnya.
GNI berharap persoalan ini bukan sekadar wacana baru, melainkan menjadi evaluasi serius pemerintah pusat dan daerah. Menurut Rules Gaja, jika dibiarkan, program MBG berpotensi bertentangan dengan Undang-Undang Pendidikan dan bahkan membuka celah pelanggaran UU Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).
“Negara yang kuat bukan negara yang menjadikan sektor pendidikan sebagai lahan proyek bagi pengusaha dan pejabat,” pungkasnya.
(TIM)






