Notification

×

PEMRED

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Kepsek SMAN 18 Medan Ajak Siswa Jauhi Geng Motor dan Tawuran, Salurkan Minat Otomotif Lewat Jalur Positif

Sabtu, 22 Agustus 2026 | Agustus 22, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-22T07:44:33Z

Cegah Geng Motor dan Tawuran, Kepsek SMAN 18 Medan Tekankan Pentingnya Prestasi dan Masa Depan Siswa


Keterangan Foto: Kepala SMAN 18 Medan, Dumpang Parluhutan Siregar, S.Pd., memberikan briefing kepada siswa dengan pesan “Jadilah pemimpin jalanan, bukan korban jalanan” sebagai penguatan karakter untuk menjauhi geng motor, tawuran dan balap liar serta mengarahkan siswa pada prestasi dan kegiatan positif. Kegiatan berlangsung di SMAN 18 Medan, Selasa (18/8/2026). 


radarpolitik.online

MEDAN — SMA Negeri 18 Medan mengingatkan para siswa agar tidak terjerumus dalam aksi geng motor, tawuran, balap liar maupun berbagai perilaku yang dapat merusak masa depan. Pesan tersebut disampaikan dalam kegiatan briefing di lingkungan SMAN 18 Medan, Selasa (18/8/2026).


Dalam arahannya Kepala Sekolah SMAN 18 Medan Dumpang Parluhutan Siregar, S.Pd menyampaikan siswa diajak memahami bahwa masa muda merupakan fase berharga yang harus diisi dengan prestasi, pendidikan dan kegiatan positif. Para siswa juga diingatkan untuk tidak menjadikan rasa takut orang lain sebagai ukuran keberanian.


“Jadilah pemimpin jalanan, bukan korban jalanan,” menjadi salah satu pesan utama dalam briefing tersebut.


Para siswa diajak menyadari bahwa keberanian sejati bukan ditunjukkan dengan menakut-nakuti orang lain, membawa senjata tajam, melakukan tawuran atau mengendarai kendaraan secara ugal-ugalan. Keberanian justru ditunjukkan dengan kemampuan menolak ajakan negatif, berani mengejar cita-cita dan menjaga kepercayaan orang tua.


Dalam materi tersebut juga disampaikan Dumpang Parluhutan bahwa solidaritas dalam kelompok yang mengarah pada pelanggaran hukum bukanlah persahabatan yang sebenarnya. Teman yang baik seharusnya saling mengingatkan, mendukung dan mengangkat satu sama lain untuk meraih masa depan, bukan mengajak pada tindakan yang berpotensi berujung pada persoalan hukum.


Siswa juga diingatkan bahwa konsekuensi dari tawuran, penganiayaan maupun pelanggaran hukum lainnya dapat berdampak panjang terhadap pendidikan dan masa depan. Karena itu, masa depan tidak seharusnya dipertaruhkan hanya demi kesenangan sesaat.


“Jangan gadaikan puluhan tahun masa depan hanya demi gaya-gayaan yang dinikmati beberapa jam di jalanan,” demikian pesan yang disampaikan Kepsek kepada para siswa.


Selain itu, siswa diajak mengingat perjuangan orang tua yang bekerja keras agar mereka dapat memperoleh pendidikan. Mereka diharapkan tidak membuat orang tua harus menghadapi persoalan akibat tindakan negatif yang dilakukan di luar sekolah.


Bagi siswa yang memiliki ketertarikan terhadap dunia otomotif dan sepeda motor, sekolah mendorong agar minat tersebut disalurkan melalui jalur yang positif dan resmi, seperti kegiatan mekanik, olahraga balap yang legal serta komunitas otomotif yang memiliki kegiatan sosial dan edukatif.



Pada kesempatan yang sama di sekolahnya di Jalan Wahidin No.55 A, Pandau Hulu I, Kecamatan Medan Kota, Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara, Kepala SMAN 18 Medan, Dumpang Parluhutan Siregar, S.Pd., menyampaikan rancangan proyek transformasi kepemimpinan sekolah melalui supervisi akademik berbasis refleksi dan kolaborasi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di SMAN 18 Medan.


Program tersebut bertujuan mentransformasikan pelaksanaan supervisi akademik dari pendekatan yang bersifat administratif-evaluatif menjadi supervisi yang lebih kolaboratif, reflektif, berbasis data dan berorientasi pada peningkatan kualitas pembelajaran.


Adapun sasaran proyek meliputi kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, tim supervisi, seluruh guru serta peserta didik sebagai penerima manfaat utama.


Transformasi tersebut dirancang melalui siklus pemetaan, perencanaan, observasi, refleksi, coaching, kolaborasi, tindak lanjut dan monitoring. Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan kemampuan kepala sekolah dan tim supervisi dalam melakukan coaching serta pendampingan guru.


Selain itu, program diarahkan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam menerapkan metode pembelajaran yang interaktif, membangun budaya refleksi di kalangan pendidik, memperkuat kolaborasi melalui komunitas belajar serta memastikan setiap kegiatan supervisi memiliki tindak lanjut yang jelas.


Data hasil supervisi nantinya menjadi salah satu dasar pengambilan keputusan sekolah, sekaligus mendorong peningkatan kualitas interaksi antara guru, peserta didik dan materi pembelajaran.


Melalui penguatan karakter siswa dan transformasi kualitas pembelajaran tersebut, SMAN 18 Medan berupaya membangun lingkungan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga membentuk peserta didik yang mampu mengambil keputusan secara bertanggung jawab dan memiliki visi terhadap masa depan. 

(Dwi Tariska/Red)

×
Berita Terbaru Update