Notification

×

PEMRED

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Ketua Yayasan PETIA Rules Gajah, S.Kom Ajak Donatur Dukung Pembangunan Masjid dan TPQ, Wujudkan Peradaban Pendidikan Qur'ani di Deli Serdang

Sabtu, 18 Juli 2026 | Juli 18, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-07-19T03:55:59Z

Ketua Yayasan PETIA Rules Gajah, S.Kom Ajak Donatur Dukung Pembangunan Masjid dan TPQ, Wujudkan Peradaban Pendidikan Qur'ani di Deli Serdang






DELI SERDANG, 18 Juli 2026 – Ketua Yayasan PETIA (Perguruan Tinggi Ilmu Al-Ikhlas), Rules Gajah, S.Kom, mengajak para dermawan, donatur, tokoh masyarakat, dunia usaha, dan seluruh umat Islam untuk bersama-sama mendukung pembangunan Masjid dan Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ) di Dusun XIX, Desa Klambir V, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.





Menurut Rules Gajah, pembangunan sarana ibadah dan pendidikan tersebut merupakan investasi jangka panjang dalam mencetak generasi Qur'ani sekaligus membangun peradaban pendidikan yang akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat dan umat manusia di masa depan.



"Pendidikan adalah pondasi utama dalam membangun peradaban. Kami mengajak seluruh donatur untuk ikut mengambil bagian dalam perjuangan mulia ini. Semoga Masjid dan Taman Pendidikan Al-Qur'an ini menjadi pusat lahirnya generasi yang berilmu, berakhlak mulia, serta mampu membawa manfaat bagi bangsa, negara, dan umat manusia," ujar Rules Gajah, S.Kom, Sabtu (18/7/2026).



Ajakan tersebut sejalan dengan semangat yang disampaikan Pengasuh Rumah Qur'an dan Peradaban, Muhammad Mas'ud Silalahi, S.Sos, yang saat ini memimpin upaya melanjutkan pembangunan Masjid dan TPQ di Jalan Ulayat C, Dusun XIX, Desa Klambir V.



Kehadiran Muhammad Mas'ud Silalahi di lokasi pembangunan mendapat dukungan dari tokoh masyarakat, organisasi kepemudaan (OKP), serta para pemuka agama yang menilai pembangunan tersebut sebagai langkah strategis dalam memperkuat syiar Islam dan membentuk karakter generasi muda melalui pendidikan Al-Qur'an.



Mas'ud Silalahi menjelaskan bahwa kawasan tersebut bukanlah proyek baru. Sebelumnya telah berdiri sebuah musholla dan pondasi empat ruang TPQ yang dibangun oleh para pendahulu. Namun karena berbagai kendala, termasuk faktor usia pengelola sebelumnya serta perpindahan penduduk, pembangunan sempat terhenti selama bertahun-tahun.

"Kami hadir bukan memulai dari awal, tetapi melanjutkan perjuangan mulia para pendahulu. Amanah pengelolaan lokasi ini telah dihibahkan kepada kami agar cita-cita menghadirkan pusat ibadah dan pendidikan Al-Qur'an dapat diwujudkan," ungkapnya.



Di atas lahan hibah seluas kurang lebih 80 x 80 meter, kawasan tersebut direncanakan berkembang menjadi pusat pembinaan umat yang meliputi pembangunan masjid, Taman Pendidikan Al-Qur'an, pendidikan karakter, pembinaan keagamaan, pemberdayaan masyarakat, hingga berbagai kegiatan sosial yang dikelola secara profesional, transparan, akuntabel, dan berkelanjutan.



Rules Gajah menegaskan bahwa Yayasan PETIA mendukung penuh gerakan pembangunan yang berorientasi pada pendidikan, akhlak, dan kemajuan umat. Menurutnya, keberadaan lembaga pendidikan berbasis Al-Qur'an akan menjadi benteng moral sekaligus melahirkan sumber daya manusia yang unggul.



"Pembangunan ini bukan hanya mendirikan bangunan fisik, tetapi membangun peradaban. Setiap batu yang disumbangkan, setiap rupiah yang diinfakkan, dan setiap doa yang dipanjatkan akan menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya. Kami mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mewujudkan cita-cita besar ini," tegasnya.



Sementara itu, Muhammad Mas'ud Silalahi kembali mengajak seluruh masyarakat, para dermawan, tokoh agama, pemerintah, organisasi kemasyarakatan, serta kaum muslimin di mana pun berada agar ikut berpartisipasi sesuai kemampuan, baik melalui doa, tenaga, pemikiran maupun bantuan material.



Ia berharap pembangunan Masjid dan TPQ tersebut dapat segera terealisasi sehingga menjadi pusat lahirnya generasi Qur'ani yang cerdas, berakhlak mulia, memiliki kepedulian sosial, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi agama, bangsa, dan negara.



Dengan semangat gotong royong dan kepedulian bersama, pembangunan Masjid dan Taman Pendidikan Al-Qur'an di Dusun XIX, Desa Klambir V, diharapkan menjadi simbol kebangkitan pendidikan Islam dan pusat peradaban yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat, tidak hanya untuk hari ini, tetapi juga bagi generasi yang akan datang.(TIM)

×
Berita Terbaru Update