Pekan Budaya Daerah Medan 2026 Resmi Ditutup, Disdikbud Dorong Pelestarian Warisan Budaya Lokal
MEDAN — Pemerintah Kota Medan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) resmi menutup rangkaian kegiatan Pekan Budaya Daerah Kota Medan Tahun 2026 yang berlangsung selama tiga hari, 8–10 Oktober 2026, di Lapangan Benteng, Jalan Pengadilan, Kelurahan Petisah Tengah, Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan
Mengusung tema “Merawat Pusaka, Menjunjung Budaya”, kegiatan ini menjadi wadah untuk memperkenalkan, melestarikan, dan mengembangkan kekayaan budaya lokal sekaligus mendorong keterlibatan generasi muda dalam menjaga warisan budaya daerah.
Penutupan kegiatan tersebut dihadiri para tokoh budaya, seniman, budayawan, perwakilan Forum Komunikasi Antar-Lembaga Adat (Forkala), kepala sekolah, tenaga pendidik, siswa, serta masyarakat Kota Medan.
Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, yang diwakili oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan, Ahmad Barli Mulia Nasution, S.STP., M.AP., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
Ia mengatakan, selama tiga hari pelaksanaan, Pekan Budaya Daerah Kota Medan menghadirkan beragam pertunjukan seni dan budaya serta penyerahan piala dan hadiah kepada para pemenang lomba. Berbagai perlombaan yang digelar meliputi Lomba Kampung Budaya, Nasi Hadap-Hadapan Multietnis, Menegakkan Keris, Tari Zapin, Berbalas Pantun Melayu, serta Estafet Egrang antarpelajar SMP se-Kota Medan.
Kegiatan tersebut juga melibatkan pelajar tingkat SD dan SMP sebagai upaya menanamkan kecintaan terhadap budaya lokal sejak dini. Selain itu, acara dirangkai dengan penganugerahan apresiasi dan penghargaan kepada sejumlah tokoh serta pegiat kebudayaan Kota Medan atas dedikasi dan kontribusi mereka dalam melestarikan serta mengembangkan kekayaan budaya daerah, di antaranya:
1. Ade Ira Carla, S.E.
2. Ade Junindra, S.Pd., Gr. (Bang Joni)
3. Datuk Zumaidi Abdullah, S.Pd.
4. Dinar Delimartha (Dina Alrasyid)
5. Dr. (cand.) Dini Sriwati, S.Sos., M.M. (Dini Usman)
6. Dr. Ir. Jimmy Siahaan, MCP
7. Dra. Yusniarti (Mak Yose Piliang)
8. Erliyani Lubis, A.Md. (Kak Ei)
9. Fanny Beatric Sianturi, S.I.Kom. (Kak Bea)
10. H. Eka Ermasyafriza H. Firdaus, S.H., M.Kn. (Eka...)
11. Hj. Erliza Rizki Firdaus, S.T. (Kiki Erliza)
12. Hj. Rohanin, S.Pd., M.M.
13. M. Muhar Omtatok, MBA, M.Si.
14. Mateus Suwarsono, S.Sn.
15. Maulana Hudaya Putra (MH Poet... / MH Poetra)
16. Prof. Dr. phil. Ichwan Azhari, M.S.
17. Rijal Kesuma (Cik Rijal)
18. Rudy Oei
19. Syahbilal, S.Pd., M.Si. (Pak Bilal)
20. Syahrial Felani (Mak Yal)
21. Teja Purnama Lubis, S.I. Kom.
22. Tengku Ade Raylani, A.Md.
23. Tengku Haris Fadillah
24. Yusnizar Heniwaty, S.S.T., M.Hum., Ph.D.
25. Masnur Lukito, S.Pd., MAP
Menurutnya, kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pengenalan masyarakat terhadap kebudayaan lokal Kota Medan, khususnya di kalangan pelajar sebagai generasi penerus.
“Tujuan kegiatan ini agar kita dapat lebih mengenal budaya-budaya lokal yang ada di Kota Medan, terutama kepada anak-anak didik kita,” demikian disampaikan dalam sambutan yang dibacakan pada acara penutupan.
Ia juga mengapresiasi penampilan siswa-siswi yang turut memeriahkan kegiatan sejak pembukaan hingga penutupan, termasuk penampilan paduan suara dari kalangan pelajar dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan.
Meski kegiatan berlangsung dalam kondisi cuaca hujan, rangkaian acara tetap terlaksana. Pemerintah Kota Medan menyampaikan terima kasih kepada panitia, tokoh budaya, seniman, budayawan, pelajar, dan seluruh pihak yang telah berkontribusi.
Ahmad Barli juga menyampaikan ucapan selamat kepada para pemenang perlombaan. Sementara itu, peserta yang belum meraih juara diharapkan tetap bersemangat dan kembali berpartisipasi pada kegiatan berikutnya.
Disdikbud: Pelestarian Budaya Harus Berkelanjutan
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kota Medan, OK Zulfani Anhar, S.Pd., menyampaikan laporan pelaksanaan kegiatan. Ia menjelaskan bahwa Pekan Budaya Daerah merupakan salah satu upaya Pemerintah Kota Medan dalam melestarikan, mengembangkan, dan mempromosikan kekayaan budaya lokal sebagai bagian dari identitas masyarakat.
Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan ruang bagi seniman lokal, budayawan, komunitas seni, pelaku budaya, dan masyarakat umum untuk berpartisipasi dalam memajukan kebudayaan daerah.
Ia memaparkan sejumlah tujuan kegiatan, antara lain melestarikan dan memperkenalkan budaya lokal yang menjadi bagian dari sejarah pertumbuhan Kota Medan, menyediakan ruang ekspresi dan apresiasi bagi pelaku seni, serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menjaga dan mengembangkan warisan budaya.
Selain itu, kegiatan ini diharapkan mampu mendorong kreativitas dan regenerasi pelaku seni dan budaya lokal agar keberlangsungan tradisi tetap terjaga di tengah perkembangan zaman.
OK Zulfani menegaskan bahwa penyelenggaraan Pekan Budaya Daerah merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memberikan perhatian terhadap pelestarian dan pengembangan kebudayaan lokal. Pelaksanaannya turut didukung perangkat daerah, para pemangku kepentingan, serta komunitas seni dan budaya.
Dalam laporannya, ia juga berharap kegiatan serupa pada masa mendatang dapat dikembangkan dengan melibatkan lebih banyak masyarakat, generasi muda, sanggar seni, komunitas budaya, lembaga masyarakat adat, dan pemangku kepentingan lainnya.
Dengan demikian, kegiatan kebudayaan tidak hanya menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi juga menjadi sarana pembinaan, pelestarian, pengembangan, serta pewarisan nilai-nilai budaya kepada generasi penerus.
Penutupan Pekan Budaya Daerah Kota Medan Tahun 2026 diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran bersama bahwa pelestarian budaya membutuhkan keterlibatan berkelanjutan dari pemerintah, pelaku seni, lembaga pendidikan, komunitas budaya, dan masyarakat.
Melalui semangat “Merawat Pusaka, Menjunjung Budaya”, warisan budaya lokal diharapkan tetap dikenal, dipelajari, dan diwariskan kepada generasi mendatang.
(Syafii Harahap)













