Notification

×

PEMRED


 

Iklan


 

Tag Terpopuler

Milad ke-27 Pendawa Indonesia di Medan, Letkol Chk Andi Darmawan Apresiasi Sinergi Sosial dan Dorongan Penguatan UMKM

Rabu, 14 Oktober 2026 | Oktober 14, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-10-14T19:27:17Z

MILAD KE-27 PENDAWA INDONESIA, LETKOL CHK ANDI DARMAWAN SETIAJI DORONG SINERGI DAN KERUKUNAN UNTUK PEMBANGUNAN


Teks Keterangan Foto: Letkol Chk Andi Darmawan Setiaji, S.H., Kepala Oditurat Militer Tinggi I-02 Medan, mengapresiasi Milad ke-27 Pendawa Indonesia sebagai momentum mempererat silaturahmi, menjaga kerukunan, dan memperkuat sinergi organisasi kemasyarakatan dalam mendukung pembangunan daerah.


radarpolitik.onlibe

MEDAN, Kamis, 15 Oktober 2026 — Perayaan puncak Harmony Milad ke-27 Persatuan Pemuda Jawa (Pendawa) Indonesia menjadi momentum mempererat silaturahmi, menjaga kerukunan, serta mendorong kontribusi organisasi kemasyarakatan dalam pembangunan daerah.


Kegiatan tersebut digelar di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumatera Utara, Jalan Pangeran Diponegoro No. 30, Kelurahan Madras Hulu, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan, pada Minggu (20/9/2026). Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Pendawa Indonesia sekaligus pendiri organisasi, H. Ruslan, S.H., hadir didampingi Ketua Harian Hj. Asyifa Ince Marzuki, S.E., M.H., Sekretaris Jenderal (Sekjen) Edy Rianto, S.E., yang akrab disapa Suhu Chen, serta Bendahara Umum H. Ajie Karim.


Dikesempatan ini Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution turut mendorong Pendawa Indonesia agar berperan aktif memperkuat usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta mendukung pembangunan daerah.


Melalui Pj Sekdaprov Sumut Timur Tumanggor menyampaikan dukungan Pemprov Sumut terhadap pemberdayaan UMKM melalui penyediaan 10.000 sertifikat halal gratis. Ia juga berharap Pendawa Indonesia terus berperan aktif dalam pembinaan generasi muda, kepedulian sosial, dan mendukung pembangunan daerah.


Saat di Wawancarai awak media di halaman Kantor Gubernur Sumatera Utara, Letkol Chk Andi Darmawan Setiaji, S.H., Kepala Oditurat Militer Tinggi I-02 Medan, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan organisasi kemasyarakatan yang dinilainya dapat menjadi ruang untuk mempererat hubungan sosial dan membangun sinergi dengan berbagai elemen masyarakat.


Menurut Andi Darmawan, kegiatan kebudayaan dan kemasyarakatan seperti Milad Pendawa Indonesia juga memberikan kesempatan untuk lebih mengenal serta mendekatkan diri dengan budaya yang berkembang di tengah masyarakat.


Ia menilai, keberadaan organisasi kemasyarakatan memiliki potensi untuk mendukung pembangunan melalui berbagai bidang, termasuk perekonomian dan penguatan hubungan sosial.


“Organisasi seperti ini sangat bagus karena dapat membantu kita dan masyarakat untuk saling bersinergi serta berkreasi membangun negeri,” ujarnya.


Ia menjelaskan, kontribusi terhadap pembangunan tidak hanya dilakukan melalui program ekonomi, tetapi juga melalui upaya menjaga kerukunan, mempererat silaturahmi, dan membangun keakraban antarmasyarakat.


Menurutnya, suasana guyub, rukun, dan saling menghormati merupakan modal sosial penting untuk menjaga persatuan serta mencegah perpecahan di tengah masyarakat.


Andi Darmawan juga mengapresiasi berbagai kiprah Pendawa Indonesia dalam kegiatan kemasyarakatan. Ia berharap organisasi tersebut terus berkembang dan meningkatkan kontribusinya bagi masyarakat serta pembangunan daerah.


SOROTAN PERAN ORGANISASI DAN POLITIK PRAKTIS

Dalam wawancara tersebut, muncul pula pembahasan mengenai peran organisasi kemasyarakatan dan kemungkinan keterlibatannya dalam politik praktis.


Menanggapi hal itu, Andi Darmawan menyatakan bahwa dirinya masih relatif baru mengenal Pendawa Indonesia sehingga belum memahami secara menyeluruh sejarah pembentukan maupun ketentuan internal organisasi tersebut.


Ia menegaskan, penilaian mengenai ruang gerak organisasi perlu merujuk pada aturan dan anggaran dasar serta anggaran rumah tangga (AD/ART) yang berlaku.


“Saya juga baru di dalam organisasi Pendawa ini, jadi belum memahami secara mendalam bagaimana sejarah pembentukannya. Kalau berdasarkan AD/ART memang mengatur ke arah sana, tentu perlu dilihat sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya.


Pernyataan tersebut menunjukkan pentingnya memahami landasan organisasi sebelum menarik kesimpulan mengenai orientasi dan aktivitasnya, termasuk dalam kaitannya dengan politik praktis.


Di sisi lain, keterlibatan organisasi kemasyarakatan dalam pembangunan tetap perlu diarahkan pada kegiatan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, memperkuat persatuan, dan menjaga kerukunan.


PENGUATAN UMKM DAN KONTRIBUSI SOSIAL

Dorongan Gubernur Sumatera Utara agar Pendawa Indonesia ikut memperkuat UMKM menjadi salah satu isu penting dalam perayaan Milad ke-27 tersebut.


Penguatan UMKM dapat menjadi salah satu bentuk kontribusi organisasi dalam mendukung perekonomian masyarakat. Namun, pelaksanaannya membutuhkan program yang terarah, kerja sama dengan berbagai pihak, serta hasil yang dapat dirasakan secara nyata.


Selain bidang ekonomi, kegiatan sosial, pelestarian budaya, dan penguatan solidaritas masyarakat juga dapat menjadi bagian dari kontribusi organisasi terhadap pembangunan daerah.


Perayaan Milad ke-27 Pendawa Indonesia diharapkan tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat komitmen organisasi dalam membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat dan pemerintah.


Dengan demikian, keberadaan Pendawa Indonesia diharapkan terus memberikan kontribusi positif melalui program-program yang bermanfaat, menjunjung tinggi persatuan, serta mendukung pembangunan Sumatera Utara.

(Syafii)

×
Berita Terbaru Update